Dec 21, 2022

Filsafat: Penilaian Inovatif pada Pembelajaran Biologi

Biologi sebagai proses inkuiri sebagai upaya penyelidikan yang berprinsip pada metode ilmiah yang sistematis sehingga sarat dengan unjuk kerja saintifik (scientific performance). Scientific performance akan mengarahkan siswa untuk belajar bagaimana pengetahuan biologi diperoleh, diantaranya dengan praktikum, simulasi, proyek, pemecahan masalah, dan diskusi. Sehingga kegiatan tersebut tidak hanya diukur dengan tes, tetapi juga harus diukur dengan penilaian berbasis unjuk kerja (performance assessment) untuk mengetahui pengetahuan prosedural dan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa.

Pembelajaran biologi yang lebih banyak bekerja secara praktik baik di laboratorium atau di alam terbuka membutuhkan pendekatan dan model pembelajaran konstruktivis. Penilaian pada siswa juga harus dilakukan secara utuh baik pengetahuan, sikap, dan keterampilan proses/kinerja (performance). Penting untuk mengkaji lebih dalam tentang filosofi penilaian.

Filosofi penilaian berkembang dari yang bersifat eksternal menuju portofolio yang mengikuti perkembangan filosofi Pendidikan.  Filosofi penilaian menurut saya pribadi harus valid dan sesuai dengan konten materi dan tujuan pembelajaran. Fungsi penilaian adalah untuk memberikan informasi tentang gambaran pengetahuan siswa dan kemajuan belajarnya. Selain itu juga berfungsi untuk memberikan informasi bagi siswa tentang apa yang menjadi kelemahan dan apa yang dikuasai. Selanjutnya, hasil penilaian ini dapat digunakan sebagai dasar untuk mendesain pembelajaran agar siswa akan lebih terarah.

Terjadi pergeseran paradigma penilaian dari tradisional yang masih menggunakan angka-angka menjadi penilaian modern yang mengutamakan penguasaan dan makna. Paradigma penilaian baru yang lebih konstruktivis adalah Alternative assessment groups seperti koalisi untuk menghargai semua komponen pembelajaran. Penilaian ini merupakan bagian dari upaya untuk mengubah sistem sehingga siswa dinilai terus menerus dari waktu ke waktu oleh orang-orang (dalam konteks ini teman satu kelompok/kelas) yang paling mengenal siswa (Hughes, 2022). Siswa dinilai tidak hanya terkait proses konstruksinya tetapi juga berbagai bidang perkembangan. Hasil penilaian juga tidak hanya berupa angka dan huruf, tetapi juga dinilai secara berbeda menggunakan standar yang berbeda untuk menyampaikan perkembangan secara individualitas, budaya, dan deskripsi perkembangannya.

Teori penilaian juga dimanfaatkan untuk memahami desain, fungsi, dampak, dan kesesuaian, penilaian. Penilaian bergeser dari praktik psikometrian ke penilaian Pendidikan modern, dari budaya pengujian ke budaya penilaian (Gipps, 2003). Namun, bukan sekedar ingin bergerak melampaui pengujian dan teknologinya, tetapi pergeseran itu melibatkan serangkaian transformasi yang jauh lebih dalam. Pergeseran meliputi konsep dasar tentang pembelajaran, penilaian, dan apa yang dianggap sebagai pencapaian yang berbeda dari tradisional. 

Strategi dan metode penilaian harus bervariasi. Pemberian umpan balik pada siswa melalui penilaian formatif yaitu AfL dan AaL merupakan hal yang penting untuk melanjutkan pembelajaran dan juga memberikan kesempatan untuk mencapai hasil pembelajaran. Peran penilaian formatif adalah untuk memberikan informasi pada pendidik untuk mendesain pembelajaran selanjutnya. Sehingga dari sini dapat disimpulkan bahwa perubahan paradigma dimana penilaian yang awalnya bertujuan untuk mengetahui pemahaman siswa menjadi lebih luas yaitu untuk memonitoring kemajuan dan membantu mendesain pembelajaran. Paradigma modern seperti ini yang diperlukan pada pembelajaran biologi yang berorientasi pada proses konstruktif saintifik.

Berdasarkan ulasan, menciptakan pembelajaran dan penilaian inovatif harus melibatkan banyak komponen. Gambar berikut merupakan Holistic framework untuk Learning-oriented assessment (LOA) (Zeng dkk., 2018). Pertama dibutuhkan pemahaman dan pengalaman dari guru dan siswa dan keduanya berkomitmen untuk bekerja sama. Selanjutnya menentukan tujuan pembelajaran, perkembangan, dan bukti/produk/hasil. Pada pelaksanaan pembelajaran, diterapkan LOA yaitu assessment for Learning (AfL), Assessment of Learning (AoL), and Assessment as Learning (AaL) dari awal, pertengahan, sampai akhir pembelajaran. Akhir dari kegiatan penilaian didapatkan tugas/penilaian yang merupakan bagian dari kegiatan belajar (bukan sekedar mengukur hasil belajar). Siswa terlibat secara aktif dan umpan balik digunakan untuk menentukan langkah selanjutnya. Keseluruh komponen ini akan membentuk lingkungan belajar  inovatif seperti Active & Collaborative Learning (ACL), Self-directed learning (SDL), Research-based learning (RBL), dan Project Based Learning (PBL).

Holistic framework untuk Learning-oriented assessment (LOA) (Zeng dkk., 2018)

Filsafat menjadi panduan bagi pendidik untuk memahami esensi penilaian pembelajaran. Filosofi penilaian, khususnya biologi, lebih banyak mengarah pada pembelajaran konstruktivis yang membutuhkan penilaian inovatif untuk menggambarkan hasil belajar biologi siswa secara komprehensif. Diperlukan upaya dari pendidik untuk memahami dan menerapkan filosofi ini dalam pembelajaran biologi di kelas. Oleh karena itu praksis penilaian biologi seharusnya menyesuaikan perkembangan filsafat, ideologi, paradigma, dan teori penilaian. Penggunakan jenis penilaian yang inovatif seperti Classroom Based Assessment, Authentics assessment, dan portfolio perlu diterapkan dalam pembelajaran.

Paparan tersebut merupakan cuplikan dari tugas akhir mata kuliah Filsafat penelitian dan evaluasi pendidikan yang diampu oleh Prof. Dr. Marsigit MA. File lengkap tentang paparan tersebut dapat diunduh pada link berikut: 

Unduh file lengkap tugas akhir di sini 

Terima kasih. Semoga bermanfaat :)


 

 

No comments:

Post a Comment

Terbaru

Filsafat: Penilaian Inovatif pada Pembelajaran Biologi

Biologi sebagai proses inkuiri sebagai upaya penyelidikan yang berprinsip pada metode ilmiah yang sistematis sehingga sarat dengan unjuk k...

Populer