Yesterday is history
Tomorrow is a mystery
Today is a gift
Kita
tidak bisa mengubah apa yang sudah terjadi kemarin dan kita juga tidak bisa
tahu apa yang terjadi esok. Tapi, kita bisa berupaya untuk merencanakan hari esok
agar lebih baik.
Setiap
orang selalu mendambakan lebih baik dari hari kemarin, lebih baik dari tahun
kemarin. Tinggal menghitung hari, inshaAllah kita akan berjumpa dengan tahun
2019. Apa resolusi kita? Sudah adakah rencana agar tahun esok kita lebih baik?
Jika
berbicara tentang apa yang saya inginkan di tahun 2019 pasti akan panjang. Namun ada 5 hal utama yang ingin saya capai. Apa saja 5 hal tersebut?
1. Mengurangi
penggunaan kantong plastik
![]() |
| Sumber: www.dietkantongplastik.org |
Mungkin sebagian akan merasa aneh ketika resolusi pertama saya adalah mengurangi kantong plastik di tahun 2019. “Mulai dari hal yang sederhana” itu adalah filosofi suami saya. Beliau tidak pernah bermuluk-muluk dalam menetapkan target, yang penting ada hasil yang bermanfaat. Belajar dari hal tersebut saya berupaya menerapkan mengurangi menggunakan sampah plastik untuk menjaga bumi.
Selama di Jepang, kami giat menggunakan
kantong sendiri ketika belanja. Disamping alasan biar ngirit (karena kantong
plastik di sana berbayar-- emak-emak
banget ya), di Jepang membawa kantong sendiri itu rasanya keren. Masyarakat
di sana sudah terbiasa melakukannya, baik anak, remaja, dewasa, tua, laki-laki,
perempuan, semua menggunakan kantong sendiri. Mereka merasa menjadi bagian
dalam menjaga lingkungan. Bahkan bentuk kantong dan tas belanja itu sudah
sangat bervariasi dengan tampilan menarik dan mudah dibawa atau di dorong.
Ketika kembali ke kampung halaman, sy
cukup kaget ketika mendapatkan plastik hanya untuk 1 snack yang saya beli.
Padahal tidak perlu diplastik juga bisa. Tapi si embah penjual ini ngotot
memberi saya plastik katanya biar jatuh. Ya Sudah saya terima saja. Berkaca
dari hal ini, maka saya bertekad untk melakukan beberapa hal sederhana seperti:
a. Membawa
kantong belanja lipat kemana-mana
b. Membawa
keranjang belanja ke pasar
c. Membawa
piring atau wadah makanan untuk beli makan
d. Membawa
atau memasukkan ke tas barang belanjaan kecil yang kita beli
Hal yang sederhana, tapi bisa mengurangi
pemakaian plastik. Mudah bukan? Yuk kita laksanakan!
2. Giat
literasi
| pondokmumpuni.com |
Lagi-lagi
saya terinpirasi dari kerennya anak-anak Jepang dalam membaca dan menulis. Malu
saya melihat mereka yang setiap hari membaca dan menulis dengan suka cita. Jadi
saya putuskan, tahun 2019 Giat Literasi!
Program
giat literasi yang dibuat adalah:
a. Menulis
2 tulisan dalam sebulan di blog
b. Menulis
1 artikel di seminar atau jurnal dalam setahun
c. Membaca
minimal 1 buku dalam 3 bulan
Tidak
muluk-muluk kan ya, semoga bisa tercapai, aamin….
3. Disiplin
dalam beraktivitas
Teori
kandang waktu sudah lama didapat. Jadwal harian sudah disusun. Tapi, dalam
pelaksanaannya masih kacau. Saya melonggarkan pelaksanaannya. “tidak apalah
nanti masih ada waktu”, “tidak apa, namanya juga anak-anak bisa molor waktu”,
atau “sebentar lagi masih ngantuk”. Nah, ini masalah.
Meningkatkan
kedisiplinan dalam beraktivitas itu wajib hukumnya. Terlihat sepele, tapi
sungguh sangat bermanfaat terutama untuk anak-anak kelak. Anak butuh
keteraturan. Bundanya tidak boleh mengacau lagi. Bersiaplah, yuk memulai aktivitas
tepat waktu agar lebih bersemangat!
4. Mewujudkan
home education
Mimpi
home education tahun ini belum terwujud dengan baik. Anak-anak belajar dengan
jadwal seadanya. Jadi, tahun ini kami putuskan untk mengadakan musyawarah
“sesungguhnya” agar mimpi ini terwujud. Kita agendakan segera ya ayah, agar
bisa segera terwujud!
5. Meningkatkan
muhasabah diri
![]() |
| Sumber : www.tongkronganislami.net |
Dalam terminilogi syari, makna dari
muhasabah ialah sebuah upaya untuk melakukan evaluasi diri terhadap setiap
kebaikan dan keburukan beserta semua aspeknya (http://fimadani.com/arti-muhasabah/).
“Dari Syadad bin Aus r.a, dari
Rasulullah SAW, bahwa beliau berkata, “Orang yang pandai adalah yang menghisab
(mengevaluasi) dirinya sendiri serta beramal untuk kehidupan sesudah kematian.
Sedangkan orang yang lemah adalah yang dirinya mengikuti hawa nafsunya serta
berangan-angan terhadap Allah SWT”. (HR. Imam Turmudzi).
Sungguh ingin
sekali lebih baik dari kemarin, sehingga terus bersyukur dan bersyukur. Muhasabah diri dimaknai sebagai bentuk intropeksi
diri, evaluasi segala apa-apa yang ada di dalam diri kita. Yang pada akhirnya,
saya berharap bisa lebih bersyukur dan berpikir positif atas semua yang
didapat.
Pada akhirnya, saya berharap tulisan ini bisa
bermanfaat sebagai doa, harapan, dan
pengingat untuk tahun 2019. Semoga bisa terwujud, Aamiin…. Begitu juga dengan harapan teman-teman di tahun depan juga terwujud, Aamiin...
Kudus, 28 Desember 2018
Salam,
Elok Mumpuni





Saya juga merasa perlu lebih disiplin beraktivitas nih, Mbak. Sayang dengan jadwal yang sudah disusun baik kalau nggak disiplin melaksanakannya.
ReplyDeleteSenangnya mendapat kunjungan dari mbak Alfa :)
DeleteLangsung sy praktikan nih mbak sharingnya, hehehe
Betul mbak. Self disiplin itu penting untuk kebahagiaan emak :D
Yuk mbak kita bareng2 nendisiplinkan diri
Mulai dari hal yang sederhana..
ReplyDeleteSemoga hal sederhana ini bisa dijalankan sebaik mungkin ya mba.. Aamiin.. ❤
Aamiin....
ReplyDeleteDoa yang sama buat mbak Dian :)