Hari ke 7
“ayo yah, nanti kalau kita ketemu Mas aja main bareng”
“main apa?”
“baca buku”
Begitulah Mas ozi. Sudah menjadikan buku sebagai bagian aktivitas
menyenangkan baginya. Setiap hari buku yang dicari, melihat gambarnya kemudian
menceritakannya dengan bahasa sendiri. Saya sampai geli kalau Mas ini sudah
mendongeng untuk adiknya, imajinasi dan bahasa yang digunakan unik. Dan hal
yang lebih susah dari mengajari senang membaca adalah mempertahankan agar anak
tetap senang membaca sampai tua nanti…
Ayah
Judul buku: Plant Physiology
Pengarang: Lincoln Taiz et al.
Plant recognize the
pathogen molecule then commit the defense response
The picture
above is describing the microbe-plant interaction during pathogen infection,
especially in the initial recognition and in the plant surface. Plant can
distinguish “self” or “non-self” molecule and recognize as a danger threat
through the receptors. In the plant
surface there are Receptor Like Kinase (RLKs) and Receptor Like Proteins (RLPs)
while inside the cell there are Receptor Protein (R Protein) e.g. NBS-LRR which
recognize the effector from pathogen.
On the plant
surface, microbe produce cell wall degrading enzyme and some molecule such as
chitin for fungi and flagella for bacteria which are absent in the host plant.
That is why, plant can distinguish them as non-host molecule. Thereafter, plant
commit the defense response, the immunity called MAMP-triggered immunity or
generally PAMP-triggered immunity (PTI)
Since the
microbes successfully enter to the plant cell, they produce effector for
helping them to colonize the host plants. However, plants have also receptor of
effector that can also trigger the plant immunity. This immunity called
Effector triggered immunity (ETI).
Two mechanism
of plants-microbe defense response (PTI and ETI) commonly also called Zig-Zag
defense mechanism.
Catatan: ayah menjelaskan kembali gambar di atas dengan bahasa
sendiri agar lebih mudah dipahami.
Bunda
Judul: Fitrah Based Education
Pengarang: Harry Santosa
Fitrah
Komunal
Beberapa fitrah yang dibahas sebelumnya merupakan fitrah personal
yang menyinggung fitrah internal dalam diri seseorang. Sedangkan fitrah komunal
merupakan fitrah yang berhubungan dengan orang lain dan alam sekitar. Kedua
fitrah ini harus berjalan beriringan agar individu benar-benar menjadi orang
yang kuat dan bermanfaat.
Ayat Allah ada ayatul Qouliyah dan ayatul Kauniyah. Ayatul
qouliyah tertuang dalam al quran dan hadist, sedangkan ayatul Kauniyah ada di
alam semesta dan kehidupan. Keduanya juga harus berjalan bersama. Ayat qouliyah
akan menjadi etika dan isyarat untuk meneiti Ayat kauniyah, sedangkan kauniyah
menjadi bukti kebenaran Qouliyah.
Pendidikan yang baik tidak hanya memperhatikan konten sains,
tapi juga konten agama. Begitu juga sebaliknya. Dan sebaik-baiknya pendidikan
adalah mengaitkan konten agama, sains, dan fitrah anak. Diharapkan anak
bersemangat dalam mengembangkan fitrah keimanan, belajar, bakat sehingga
bermanfaat bagi alam dan kehidupan manusia.
| belajar mengenal kebutuhan makhluk hidu lain |
Saya merasa menjadi orang tua tidaklah mudah, tapi juga
tidak bisa membuat saya menjadi putus asa. Harga yang dijanjikan untuk
perjuangan mendidik anak tidaklah murah. Jika kita berhasil menumbuhkan anak
berkualitas fitrah, sains, dan agama, maka bayaran yang kita dapat adalah
kebermanfaatan yang sangat besar untuk umat. Harga yang sangat tinggi.
Mas dan Adek
Judul: Ensiklopedi anak hebat serangga
Penulis : Son Seung-hwi
Penerbit: PT. Bhiana Ilmu Populer
Kupu-kupu
vs Ngengat
Akhir-akhir ini Mas tidak sabar untuk membaca buku sesuai
urutan halaman. Mas lebih suka memilih gambar hewan terlebih dahulu baru minta
dibacakan. Hari ini Mas belajar mengenal belalang ranting, belalang antenna
panjang, dan ngengat. Ngengat dan kupu-kupu beda lho! Kalau kupu-kupu hinggap sayapnya akan ditutup, sedangkan
ngengat sayapnya akan dibuka. Selain itu, sayap ngengat ada yang bisa
menyebabkan iritasi jika sayap ngengat dipegang dan mengucek mata. Hati-hati
ya!
Buku ensiklopedi serangga ini tak ada habisnya dibaca. Walau
sudah dibaca atau dipelajari sebelumnya tetap saja menarik. Sayangnya buku ini
adalah buk karangan penulis korea. Ada beberapa serangga yang hanya hidup di
empat musim, jadi di Indonesia tidak ada. Sebagai contoh: Muljara Korea. Namun
secara keseluruhan buku ini sangat menarik. Kami ingin mencari seri lain dari
ensiklopedi anak ini.
Judul: Fun Fox
Penulis : Anang dan Lejar
Penerbit: Scritto books publisher
Hewan A-E
![]() |
| Fun Fox |
Buku ini merupakan buku aktvitas. Tidak hanya membaca, buku ini
dilengkapi dengan menggambar hewan, menulis huruf, dan berbahasa inggris. Nama
dan habitat hewan. A untuk anjing B untuk beruang, C untuk cicak, D untuk
Domba, dan E untuk Elang.
Buku yang recommended karena kita belajar banyak hal di sini. Deskripsi
hewan pada aktivitas ini membantu saya untuk mengenalkan nama hewan dan
menjelaskan informasi menarik terkait hewan tersebut. Anak bisa menggambar,
mewarnai, dan memahami gambar.
Sragen, 18 Januari 2019
#harike7
#Tantangan10hari
#GameLevel5
#MenstimulasiAnakSukaMembaca
#kuliahBunSayIIP


No comments:
Post a Comment